Keanekaragaman Agama Dan Pendidikan Islam Di Indonesia

Keanekaragaman Agama Dan Pendidikan Islam Di IndonesiaPendidikan Islam di Indonesia telah memiliki sejarah panjang di Nusantara dan memiliki berbagai iterasi yang, disajikan masyarakat Muslim sejak kedatangan awal Islam ke daerah. Menurut Saefuddin, pendidikan Islam di Indonesia mulai dari forum instruksi Islam (pengajian) yang diselenggarakan oleh pengajian dan pengkhotbah Islam di warga rumah masjid. Forum ini kemudian dibicarakan ke dalam pesantren dan madrasah (Saefuddin, 1995: 237). Pilar Pendidikan Islam dilihat dari berbagai aspek, setidaknya lima pilar pendidikan Islam di Indonesia dapat terdaftar: Pesantren, Madrasah, sekolah-sekolah Islam di bawah organisasi Muslim, Islam Sekolah Terpadu, dan Majelis Taklim. Sebelum abad kedua puluh, pesantren adalah satu-satunya lembaga formal pendidikan Islam di Nusantara, terutama di Pulau Jawa (Lukens-Bull, 2004: 299). Pesantren diidentifikasi sebagai sistem pendidikan Islam yang satu-satunya fokus pada kurikulum Islam. Dalam santri pesantren (siswa) dari berbagai latar belakang mempelajari nilai-nilai dan ajaran Islam dari Kyai (guru). Seperti pesantren, madrasah juga tahu fokus utama mereka pada pusat instruksi dari ajaran Islam dan bahasa Arab. Namun tidak seperti pesantren, di mana Kyai adalah orang yang memiliki kewenangan untuk mengajar siswa dan menentukan kurikulum, madrasah biasanya dikelola oleh sekelompok Muslim, dan satu yang disampaikan ajaran Islam, yang disebut guru atau Ustadz. Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa, dan dari kelompok-kelompok Islam, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, dimana sistem klasik diperkenalkan ke komunitas Muslim. Setelah kemerdekaan Indonesia, sistem Belanda diadopsi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), saat ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), di bawah sistem yang disebut sekolah umum, dan madrasah yang dikembangkan oleh Departemen Agama ( Depag). Depdiknas mengelola pendidikan publik dari enam tahun pendidikan dasar yang disebut SD, tiga tahun junior disebut SMP, tiga tahun sekolah menengah dikenal sebagai SMU, untuk pendidikan tinggi seperti Universitas dan sekolah Politeknik Depag mengelola Madrasah dari SD ke yang lebih tinggi MI (enam tahun SD), MTs (tiga tahun SMP), MA (tiga tahun sekolah menengah), dan STAIN / IAIN / UIN (4-5 universitas tahun). Selain pendidikan formal Islam dijalankan oleh pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah Islam lainnya, ada pilar lain dari pendidikan Islam yang berbasis masyarakat dan lebih informal daripada yang lain. Semacam ini pendidikan Islam yang disebut Majelis Ta’lim. Majelis Ta’lim berbeda dari sistem pendidikan Islam sebelumnya yang fokus pada siswa. Keragaman agama di Indonesia, Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikenal untuk keragaman budaya dan sosial.

Sekarang saya menyarankan untuk ketik di Google “Nuqtoh” dan http://nuqtoh.weebly.com/ karena banyak sekali pengetahuan Islam, pendidikan dan ada baju muslim untuk bayi, anak hingga dewasa. Klik saja sekarang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s